Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blogger. Tampilkan semua postingan

09 September 2021

7 Soft Skill untuk Selangkah Lebih Maju di Dunia Kerja : Review Buku The Advantage

7 Soft Skill untuk Selangkah Lebih Maju di Dunia Kerja : Review Buku The Advantage

 


Pernahkah kita semua merasa sudah bekerja keras, sudah optimal, melakukan yang terbaik, bahkan banyak berkorban apa saja, namun tetap tak ada keberhasilan yang berarti dalam dunia kerja? Seringkali malah kita merasa apa yang sudah diperjuangkan tak mendapat hasil kerja yang sebagaimana mestinya. Atau bisa jadi seperti ini, teknologi yang sangat pesat, membuat hampir seluruh sistem menjadi berubah, serba digital! Sebenarnya kondisi ini memudahkan, tentu saja bagi sebagian orang yang dapat menguasainya, namun bagaimana dengan yang tidak? Tentu akan terusir secara perlahan bukan? Jika kalian benar-benar merasa pada kondisi yang diceritakan diatas, tandanya ada sebuah masalah besar. Bisa jadi, kamu mengalami kemunduran dalam karir.  

Untuk dapat bersaing dalam dunia kerja, tentu kita membutuhkan skill. Skill inilah yang menjadi nilai jual diri kita agar mudah diterima oleh sebuah lembaga perusahaan. Skill ini sendiri adalah kemampuan yang ada dalam diri kita baik yang berupa kebisaan dan pembawaan. Sejatinya skill ini dibagi menjadi dua, Hard Skill dan Soft Skill.

Hard Skill akan menjelaskan apa saja kemampuan diri kita yang terlihat dan dapat diasah (kemampuan menyanyi, kemampuan menulis, kemampuan bidang komputer, dan lain sebagainya). Sedangkan soft skill adalah kemampuan yang tak tampak, namun justru membawa diri kita dalam kesuksesan lebih cepat. 

Sebelum kita membahas tentang 7 soft skill yang ada dalam buku ini, ayo kita bahas terlebih dahulu identitas bukunya. 

Identitas Buku The Advantage 


Buku ini berjudul The Advantage,  ditulis oleh Emma-Sue Prince. Buku ini memiliki gambar sampul yang cukup sederhana, menggambarkan ada 4 orang yang sedang berlari, dan seorang lagi menemukan tali untuk dapat berayun, terbang dan lebih cepat dari 3 orang lainnya. Itu sebagai penggambaran tentang seseorang yang selangkah lebih maju.

Buku setebal 300 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Elex Media Komputindo, salah satu penerbit yang termasuk dalam Gramedia Group. Bahasa yang digunakan sedikit rumit, sehingga perlu 2 kali membaca untuk memahami makna bacaan. 

Emma-Sue Prince, seorang psikoterapi dan konselor yang sudah bertugas lebih dari 28 tahun, menuliskan sebuah buku yang berjudul The Advantage. Dalam buku ini akan dibahas tentang 7 Soft Skill yang harus kamu pelajari untuk membuatmu selangkah lebih maju di dunia kerja. 

7 Soft Skill untuk Selangkah Lebih Maju di Dunia Kerja

Buku The Advantage. Dokumen Pribadi.

 

Dunia kerja tentu banyak gelombang pasang surut yang dialami, mulai dari arus globalisasi, percepatan teknologi, dan masih banyak lagi. Untuk membuat kakinya tak gentar berpijak menapaki karir, maka kamu pelajari soft skill berikut:

1. Kemampuan Beradaptasi

Kemampuan beradaptasi adalah kemampuan untuk berubah menyesuaikan diri dengan keadaan diluaran sana yang tentunya juga berubah. Menurut Emma, sebenarnya dari dalam diri kita ini selalu ada kemampuan untuk beradaptasi. Jadi untuk kamu yang selalu bilang ga bisa adaptasi dan sebagainya, sepertinya kamu kurang untuk push diri kamu sendiri. Karena apa? Sebenarnya dari lahir kita juga sudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Begitu memasuki usia sekolah, kita pun beradaptasi hingga memiliki banyak teman dan bisa belajar ini itu.

 Kunci dari kemampuan beradaptasi sebenarnya adalah terbuka. Ya, diri kita harus mau untuk bisa belajar apapun meskipun itu berada di luar zona nyaman. Keluar dari zona nyaman memungkinkan kita untuk terus mengasah kemampuan diri. Mulai saat ini, cobalah! Dan rasakan lonjakan energi positif dari dalam dirimu. 

2.  Berpikir Kritis

Pernahkah berada di suatu masa sulit yang mengharuskanmu untuk membuat keputusan dengan cepat? Lalu apa yang kamu lakukan? Jangan sampai kamu membuat sebuah keputusan yang salah karena tidak terlatih untuk berpikir kritis. 

Berpikir kritis menjadi salah satu soft skill penting yang harus kamu kuasai untuk dapat gemilang di dunia kerja. Berpikir kritis berarti memandang semua hal menjadi detail, kita bisa melihat sesuatu dengan mempertanyakan asumsi-asumsi, mengevaluasi sebuah situasi, hingga memecahkan masalah dengan kreatif. Berpikir kreatif juga memungkinkan kita untuk bisa berkolaborasi dengan banyak pihak. 

3. Empati

Salah satu kemampuan diri yang sudah tergerus oleh zaman ya ini, Empati! Seringkali, dengan kemudahan teknologi, media sosial, dan lain sebagainya, membuat orang jadi hilang empatinya. Dengan mudahnya mereka melontarkan kata-kata yang tak pantas terhadap orang lain. Padahal dengan adanya empati ini, ini memungkinkan kita untuk dapat selangkah lebih maju, loh!

Empati sendiri sebenarnya adalah kemampuan diri senndir untuk dapat membayangkan jika berada di posisi orang lain. Tujuannya untuk dapat memahami situasi, perasaan, dan niat orang lain. 

Dengan menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain, sebenarnya kita sedang melatih diri sendiri untuk bisa mendengar, menghormati, dan menghargai orang lain. Skill inilah yang membuat kamu menjadi selangkah lebih maju. Nah, jadi tahu kenapa empati itu penting?

4. Integritas

Emma-Sue Prince mendefinisikan integritas sebagai keselarasan dari perkataan, tindakan, dan pikiran. Jadi kenapa integritas menjadi penting untuk membuatmu selangkah lebih maju di dunia kerja?

Integritas merupakan sebuah kualitas diri. Integritas menujukkan bagaimana sebagai seorang pemimpin berperilaku pada prinsip-prinsip yang dipegangnya. Jangan sampai, apa yang sudah disampaikan namun ternyata tak dijalankan. Integritas membuat kita belajar untuk bertanggung jawab. 

5. Optimis

Sebuah sikap optimis dapat membuat hidup kita menjadi lebih positif. Setuju? Emma-Sue Prince membagi tipsnya di 10 langkah mencapai optimisme.

langkah 1 : Menerima hal-hal yang bersifat negatif. Hmm, belum tentu artinya kita menjadi pesimis, tapi hal-hal negatif yang kita terima sepenting hal-hal positif juga karena semua bernilai pelajaran dan hikmah.

Langkah 2 : Memikirkan kembali kebahagiaan. Kebahagiaan itu milik siapa saja, tak usah terlalu tertekan memikirkan semua orang harus bahagia, kurangilah beban dirimu sendiri agar dirimu juga merasakan bahagia. 

Langkah 3 : Bertindak seakan-akan.... dirimu tertarik! Ya, untuk bisa maju menyelesaikan tugas yang diberikan, buatlah seakan-akan waktumu tak banyak untuk menyelesaikan semua sehingga kamu harus tertarik untuk segera mengambil tindakan.

Langkah 4 : Latih gaya menjelaskan anda dengan banyak merespon sekitar. 

Langkah 5 : Semudah ABC...DE! Ini menjelaskan tentang bagaimana pendekatan kita dalam menjalani semua masalah yang ada. Rencana A, B, C, dan masih banyak alfabet yang membuat kita harusnya masih memiliki banyak pilihan pengambilan keputusan. 

Langkah 6 : Singkirkan buku-buku pengembangan diri, karena buku tersebut tidak membuat anda bahagia. Yang bisa membuat anda bahagia adalah diri anda sendiri.

Langkah 7 : Berhenti berusaha berpikir secara positif. Cara berpikir positif yang benar adalah dengan mengenali diri anda sendiri, dan mengambil tanggung jawab untuk beberapa hal. 

Langkah 8 : Menjadi radiator. Tentunya adalah radiator yang bisa memancarkan energi kepada orang-orang sekitarnya. Namun tentu saja, sebelumnya anda perlu memusatkan dan melakukan pengendalian pada diri sendiri.

Langkah 9 : Melihat peluang. Tenang saja, peluang itu selalu ada dan anda harus dapat jeli melihat peluang itu. 

Langkah 10 : Menemukan cara untuk mengatas kecemasan dan kekhawatiran. 

6. Bersikap Proaktif

Seringkali kita terlalu banyak memikirkan hal yang ada di sekitar. Inilah salah satu yang menjadi penghambat diri untuk dapat responsif dan proaktif. Bersikap proaktif berarti menanggapi stimulus-stimulus yang ada. 

Sikap proaktif terdiri atas dua komponen : a) bertanggung jawab dalam mengambil tindakan, dan b) cara pandang sistemik yang memahami bahwa membuat perubahan sekarang akan berdampak pada masa depan. 

7. Tangguh

Tangguh adalah kemampuan untuk menghadapi tekanan dengan baik, menghadapi rintangan secara efektif, merespons perubahan dengan baik, dan selalu bangkit. 

Orang-orang yang tangguh segera bangkit saat mengalami kemunduran hidup. Maka dari itu, orang-orang tangguh akan menerima tantangan dan mencari peluang-peluang didalamnya. 


Nah itu dia 7 soft skill yang harus dimiliki untuk dapat selangkah lebih maju di dunia kerja menurut Emma-Sue Prince yang ditulis di bukunya yang berjudul The Advantage. Teman-teman semuanya bisa mengambil dan mempelajari soft skill tersebut agar lebih dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga bermanfaat.



15 Juni 2021

Paket Belajar Online Faber Castell : PTM atau PJJ? Tak Masalah!

Paket Belajar Online Faber Castell : PTM atau PJJ? Tak Masalah!

 


Tanpa terasa sudah 1,5 tahun kita semua sebagai orang tua menemani anak-anak untuk dapat menyelenggarakan proses belajar mengajar secara jarak jauh karena pandemi covid 19. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini menimbulkan banyak polemik antara suka dan duka bagi banyak pihak, antara lain guru, orang tua, dan siswa. Mengapa demikian? Ini terjadi karena keputusan untuk dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini secara mendadak diputuskan oleh Kementerian Pendidikan karena merebaknya wabah covid-19, sedangkan sebelumnya pelaksanaan pembelajaran di Indonesia masih jauh dari pelaksanaan sistem belajar jarak jauh. 


Hal ini diawali dari paradigma pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh yang diterapkan ketika masa pandemi covid 19. Terdapat tiga subjek utama dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh guru, orang tua, dan siswa itu sendiri. Paradigma ini adalah pandangan tugas atau posisi yang dapat diambil oleh masing-masing subjek dalam pelaksanaan program pembelajaran. 


 

Tiga Subjek dalam Kegiatan pembelajaran tatap muka dan jarak jauh


Subjek pertama adalah guru. Dalam kegiatan pembelajaran tatap muka seperti biasa, guru memegang peranan penting. Hal ini karena guru masih memegang peran pusat kegiatan pembelajaran (teacher centered). Guru memiliki peran sebagai penuh sebagai pengajar, monitoring dan evaluator, serta juga sebagai motivator bagi siswa. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, peranan guru menjadi berubah yaitu guru tidak lagi menjadi ‘pusat’ dari kegiatan pembelajaran. Peran guru menjadi motivator dan monitoring dari kegiatan belajar siswa yang didampingi oleh orang tua. 


Perubahan paradigma pendidikan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh juga mempengaruhi peran siswa sebagai subjek kedua yang ada dalam kegiatan pembelajaran. 


Dalam kegiatan pembelajaran tatap muka, siswa didampingi penuh oleh guru sebagai pengajar. Siswa disajikan beragam materi yang dijelaskan secara jelas dan terperinci. Selain itu, siswa juga memiliki kesempatan untuk dapat berdiskusi secara langsung dengan guru. 


Namun hal ini berbeda ketika pembelajaran jarak jauh diterapkan. Tuntutan kepada siswa dapat dikatakan mengalami pergeseran, yaitu   kejujuran, kreatif dan inovatif, serta rasa ingin tahu yang tinggi untuk dapat mencari dan mengembangkan pembelajaran itu sendiri. 


Subjek ketiga yang turut memberikan pengaruh pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi ini adalah orang tua. Jika sebelum masa pandemi orang tua hanya sebagai supporter atau motivator yang dapat membakar semangat siswa, kini peran orang tua telah beralih sepenuhnya menjadi pendamping kegiatan belajar mengajar di rumah. Peran ini awalnya menjadi salah satu masalah tersendiri mengingat kesiapan dan beban yang diampu oleh orang tua pada masa pandemi. Penyebaran virus, masalah ekonomi, dan ditambah dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh menjadi beban bagi orang tua, sehingga kefokusan orang tua pun terbagi. 


Problematika Pembelajaran Jarak Jauh


Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pemerintah pasca pandemi covid-19 tentu membawa permasalahan tersendiri. Permasalahan itu terdiri dari perangkat jaringan, perubahan metode pembelajaran, dan motivasi belajar. 


Perangkat jaringan menjadi masalah utama yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Ini tentunya karena tidak semua dari lapisan masyarakat Indonesia memiliki ponsel pintar sebagai alat utama dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, meskipun memiliki ponsel pintar, tapi tak semua dapat mengoperasikan aplikasi dengan baik sehingga menjadi kendala utama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran jarak jauh. 


Masalah yang kedua adalah metode pembelajaran. Disadari pembelajaran tatap muka akan berbeda jauh konsepnya dengan pembelajaran jarak jauh. Hal ini juga guru berinovasi untuk menghadirkan metode belajar yang sesuai dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Ini menjadi salah satu masalah karena selama ini guru belum begitu familiar dengan konsep pendidikan jarak jauh secara mendalam, apalagi untuk dapat dipraktikkan dalam kurun waktu yang cukup lama. Apalagi jika dalam pengerjaan tugas atau ujian, siswa merasa kesulitan karena layar ponsel yang tidak begitu besar.


Masalah yang terakhir adalah adalah motivasi. Tentu motivasi belajar termasuk salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap siswa, tanpa adanya motivasi tentu siswa tidak dapat menjalankan kegiatan pembelajaran dengan baik. Pada pembelajaran masa pandemi ini, motivasi belajar siswa menjadi hal utama yang harus diperhatikan. 


Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran Jarak Jauh


Lekatnya siswa dengan ponsel, komputer/laptop, dan internet tentu saja membawa dampak tersendiri. Meski tiga perangkat itu tujuan awalnya digunakan sebagai sarana kegiatan pembelajaran, namun tentu saja siswa dapat menggunakan untuk hal lain yang bisa berdampak positif maupun negatif. 


Berikut ini adalah ulasan tentang dampak positif maupun negatif dari pembelajaran jarak jauh, yaitu :


  1. Dampak positif

    1. Pengembangan karakter anak, terutama kompetensi karya sehari-hari. 

    2. Kreatif dan uptodate dalam penggunaan produk elektronik.

    3. Portal pendidikan berkembang dengan pesat.

    4. Orang tua dapat mengenal lebih jauh tentang kepribadian anak, baik itu cara belajar, apa yang anak butuhkan, atau kemampuan yang dimiliki oleh anak itu sendiri. 

       

  2. Dampak negatif

    1. Siswa mudah terkontaminasi dengan penyalahgunaan internet.

    2. Motivasi siswa yang tidak terkontrol karena merasa jenuh dengan pembelajaran jarak jauh. 

 



Pembelajaran Tatap Muka VS Pembelajaran Jarak Jauh


Wacana Menteri Pendidikan Nadiem Makarim untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka tentu saja menuai pro kontra. Sebagian masyarakat menyayangkan hal itu karena masa pandemi Covid-19 tentu belum berakhir. Dalam beberapa bulan terakhir, kasus covid-19 ini mengalami naik turun, sehingga orang tua merasa belum nyaman jika melepas anak untuk melakukan pembelajaran tatap muka.


Namun disisi lain, banyak juga orang tua yang memberikan dukungan karena merasa siswa telah bosan dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, pembelajaran tatap muka dianggap lebih efektif daripada pembelajaran jarak jauh. 


Untuk dapat membuka pembelajaran tatap muka, Nadiem Makarim telah menuliskan beberapa point penting yang harus menjadi perhatian baik itu pihak sekolah maupun orang tua, salah satunya pembelajaran tatap muka yang dilakukan tetap dengan mengkombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh. 

    PTM vs PJJ


Paket Belajar Online Faber Castell untuk PTM dan PJJ

Paket Belajar Online Faber Castell


Siapa yang terkadang merasa kesulitan dalam menggunakan ponsel dalam kegiatan belajar? Ribet banget ketika harus mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru, harus cetak dulu, ditulis kemudian baru difoto atau di-scan


Nah, kini tak perlu ribet lagi karena ada paket belajar online dari Faber Castell yang isinya lengkap banget! Bisa untuk PJJ dengan ponsel pintarmu atau persiapan PTM ke sekolah. 


Apa saja sih isinya? Paket Belajar Online dari Faber Castell ini berisi buku catatan, dan satu paket kotak pensil yang isinya bolpoin, pensil, penghapus, stylus pen, dan rautan pensil. Lengkap banget! Siap deh memulai PJJ atau PTM. 

 


Produk terbaru dari Faber Castell adalah stylus pen. Stylus pen ini memudahkan kita untuk dapat menulis di layar ponsel pintar. Jadi tidak bingung lagi deh dengan jempol. Penggunaannya pun mudah, cukup dengan mengirimkan gambar tugas via aplikasi whatsapp dan langsung menulis di gambarnya. Ringkas dan cepat! Keunggulan lainnya dari stylus pen ini adalah mudah digunakan untuk tanda tangan, 



Stylus Pen dari paket belajar Faber Castell
 

 

Dan kabar baiknya, paket belajar online dari Faber Castell ini bisa didapatkan di toko buku terdekat atau marketplace kesayangan semua dengan harga yang cukup terjangkau, kurang lebih 30.000 saja!

 

Ayo lengkapi belajar putra-putri anda dengan paket belajar online faber castell. PTM atau PJJ? Tak masalah! 

17 Maret 2021

Membuat Website Tanpa Coding Menggunakan Blogger

Membuat Website Tanpa Coding Menggunakan Blogger

Membuat Website Tanpa Coding Menggunakan Blogger

Hari gini bisa punya website tanpa modal bahasa pemrograman? Apa iya bisa? Tentu jawabannya bisa iya bisa tidak. Loh kok bisa ?

Begini, website merupakan sarana penyampaian informasi secara elektronik dan digital melalui protokol internet atau IP. Dimana sejatinya alamat website yang berawalan "www" atau "http" atau "https" sejatinya adalah barisan angka-angka. Angka-angka tersebut menjadi sebuah "alamat khusus" yang berisikan informasi tersebut.

Nah, kembali ke pembahasan di awal mengenai membuat website apakah perlu modal skill coding? Jika website yang akan kita buat bertujuan untuk sekedar menyajikan profil dan menyajikan artikel atau berita. Maka kemampuan tersebut tidak terlalu diperlukan. Namun, jika website tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan data (manajemen profil, manajemen product, manajemen transaksi, dsb.) maka kemampuan pemrograman mutlak dibutuhkan.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk melakukan opsi yang pertama? Berikut adalah beberapa tips yang sudah saya lakukan:

1. Memilih Content Management System (CMS)

CMS merupakan paket sistem yang digunakan untuk mengelola konten, baik untuk urusan bisnis maupun personal. Ada beberapa pilihan CMS yang tersedia dipasaran, tentu masing-masing punya spesialisasi masing-masing.

Untuk urusan e-commerce salah satu yang cukup dikenal adalah Magento. Sedangkan untuk urusan e-learning, Moodle menjadi salah satu yang bisa dicoba. Untuk urusan perkuliahan seperti publikasi jurnal ilmiah, OJS PKP menjadi primadona setiap kampus.

Untuk keperluan membuat profil dan publikasi artikel/berita enaknya pakai apa? Salah satu yang paling terkenal adalah menggunakan wordpress atau WP. CMS ini cukup banyak digunakan oleh agensi pembuatan website profil karena kemudahan dan kehandalannya.

Namun, saya saat ini (termasuk website ini) menggunakan CMS Blogger milik Google. Alasannya sederhana, hanya modal domain .com website sudah bisa jalan. Apakah WP tidak bisa? Tentu bisa, tapi harus modal membeli hosting dan domain sekaligus. Harganya cukup bervariasi, setiap provider memberikan penawaran yang berbeda-beda.

Baca Juga: Sekolah Era Digital Perlu Sistem Informasi Sekolah (SISKO)

2. Mempersiapkan Konten

Langkah ini sebenarnya yang paling penting jika dibandingkan poin pertama. Dengan catatan bahwa "uang" tidak menjadi pertimbangan khusus. Apalagi memang ingin benar-benar serius mengembangkan website yang "valuable".

Awal-awal saya belajar membuat website dengan CMS, saya selalu mencari ilmu tentang bagaimana mengembangkan sebuah website, apa hal penting yang harus dipikirkan? Ketemulah dengan website Mas Vatih, seorang pakar SEO dan pendiri pesantren internet marketing SINTESA di Magetan-Jatim.

"Content is The King", ini yang selalu saya ingat sampai detik ini. Website hanyalah sebuah sarana atau wadah. Yang membedakan satu website dengan website lainnya adalah konten. Konten yang bermutu adalah kunci website itu bisa "sustainable" dan bermanfaat.

Meskipun saya tidak pernah bertatap muka dengan Mas Vatih, setiap "insight"nya bermanfaat untuk belajar mengenai website.

3. Mempersiapkan Template

Untuk template CMS Blogger bisa dibilang kurang begitu populer digunakan. Sehingga variasi templatenya kurang begitu banyak pilihannya.

Dalam menggunakan template di Blogger agak berbeda dengan Wordpress. Perlu menginstall aplikasi notepad ++  untuk melihat code XML template. Setelah itu di copy kemudian di paste di Blogger.

Sepertinya sulit ya?

Untuk beberapa template tersebut bisa dilakukan kustomisasi seperti; menambahkan menu, mengganti teks, mengganti gambar dan menambahkan elemen lain. Jika kalian punya keahlian pemrograman web dasar seperti HTML, CSS bahkan JavaScript pasti mudah !

4. Membeli Nama Domain

Langkah 2 dan 3 bisa dilakukan cepat atau lambat, bisa 1 bulan bahkan sampai 6 bulan. Ini kembali kepada komitmen dan usaha kalian.

Berikutnya adalah membuat Blogger Anda lebih eksklusif dengan alamat yang ciamik ! Secara standar, Blogger anda akan menampilkan akhiran domain .blogspot.com, misal: jualsate.blogspot.com.

Untuk menciptakan trust dari pengunjung, domain sebaiknya menggunakan TLD (Top Level Domain). Anda bisa menggunakan akhiran.com, .id, .co.id, dan sebagainya. Saat ini terdapat lebih dari 100 jenis domain.

Baca Juga: 3 Tanda-Tanda Hardisk Laptop atau PC Rusak

5. Melakukan Optimasi

Nah, ini adalah step untuk meningkatkan kualitas website di dunia digital. Sejauh mana mesin penelusur "mbah" Google bisa menempatkan website Anda di halaman 1.

Anda perlu sedikit effort mendalami ilmu SEO (Search Engine Optimization), baik On Page maupun Off Page. SEO on page merupakan bentuk usaha memperbaiki kualitas halaman-halaman website kita. Sedangkan SEO on page bentuk optimasi di luar website kita melalui media sosial maupun website lain.

Bagaimana SEO on page di Blogger? Sedikit agak ribet memang dibandingkan menggunakan Wordpress yang banyak didukung oleh plug in yang powerfull. Akan dibahas pada artikel berikutnya ya...