Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

12 Januari 2022

Modal dari UMi untuk Berdayakan Seluruh Negeri

Modal dari UMi untuk Berdayakan Seluruh Negeri


Beberapa waktu yang lalu, saya ingin sekali membeli panganan dari warung langganan saya. Sudah lama sih saya tidak datang kesana, kesibukan akan mengurus 3 buah hati saya membuat keinginan untuk berwisata kuliner jadi lenyap. Tapi hari itu saya sangat ingin makan dari warung tersebut, akhirnya saya dan suami sepakat untuk berangkat. Sesampainya disana, ternyata warung tersebut tutup. Sedih saya. Setelah bertanya pada masyarakat sekitar, saya baru tahu ternyata warung itu tutup semenjak pandemi. 

Ya, kita tahu semua, pandemi Covid-19 telah merusak tatanan kehidupan di seluruh dunia, terutama dari sisi ekonomi. Hampir seluruh sektor usaha mengalami penurunan, bisa bertahan untuk buka saja sudah untung. Tidak sedikit juga usaha yang tutup sementara waktu, atau lebih parahnya adalah gulung tikar.

Termasuk salah satunya adalah usaha yang dimiliki oleh orang tua saya. Beberapa tahun sebelum wabah pandemi merebak, ibu saya membuka usaha pempek Palembang. Usahanya ini dibuka hanya untuk melayani pembelian hanya melalui aplikasi pengantaran ojek online. Tak ada lokasi khusus, orang tua saya memanfaatkan rumah pribadi untuk memulai usahanya. Meski masih kecil-kecilan, saya bangga karena cukup untuk menjadi tambahan penghasilan dan juga kegiatan bagi keduanya. 

Usaha pempek milik orang tua

Namun, pandemi Covid-19 merubah segalanya. Pembeli yang kian sepi karena ibu hanya mengandalkan penjualan di tenant pengantaran ojek online saja, membuat perputaran uang dari penjualan pempek tersendat.Belum lagi, pengeluaran juga tak pernah berhenti, modal sudah tak cukup untuk dibelanjakan kembali. Mau tidak mau, usaha pempek ibu pun tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saya pribadi merasa sedih. Bagaimana tidak, membangun usaha itu tidak mudah. Sayangnya, saat itu perekonomian saya juga sedikit bermasalah sehingga tidak bisa membantu memberikan suntikan modal. 

Salah satu kesulitan beliau adalah belum bisa untuk mempromosikan dagangan melalui jalan lain, seperti halnya membuat akun di media sosial, mempromosikannya, atau marketing online lainnya. Dengan melakukan  banyak jalan memasarkan produk, tentunya kesempatan untuk lebih dikenal akan semakin lebar. 

Jutaan UMKM Bangkrut dikala Pandemi Covid-19

Ternyata hal ini tak dialami oleh ibu sendirian. Di masa pandemi ini jutaan pelaku usaha mengalami hal sama. Mereka terpuruk karena pandemi Covid-19, terlebih lagi tak ada kekuatan untuk memasarkan produk masih rendah. Wajar saja, ini karena para pelaku usaha cenderung tak begitu paham dengan alur pemasaran masa kini yang banyak menggunakan sistem digital.

Pentingnya UMKM Go Digital

Kenapa sih UMKM harus mulai akrab dengan istilah go digital? Atau sederhananya mulai harus berpindah dari toko biasa menuju toko online? Tentu salah satu jawabannya karena perkembangan teknologi yang semakin pesat, menuntut semua kalangan untuk dapat terhubung dengan internet, termasuk di dunia usaha. Tujuannya tak lain adalah untuk mempermudah terhubungnya antara pembeli dan penjual maupun pelaku usaha lainnya. 

UMKM yang sudah Go Digital akan lebih mudah untuk menjangkau pasar, sehingga kegiatan jual beli menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu, masih ada lagi beberapa manfaat UMKM Go Digital, seperti yang dijelaskan pada gambar dibawah ini. 

Alasan Pentingnya UMKM Go Digital

Sayangnya, di Indonesia sendiri masih sedikit pelaku usaha yang melek digital. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, baru sekitar 13% pelaku usaha yang sudah terhubung dengan marketplace online, sehingga transformasi digitalisasi UMKM menjadi agenda penting bagi pemerintah untuk dapat membangkitkan kembali perekonomian Indonesia.

Permodalan Bantu UMKM 

Sudah bukan rahasia umum lagi, permodalan selalu menjadi masalah utama bagi pelaku usaha, apalagi di saat pandemi Covid-19 ini. Sejenak saya berpikir, apa ada ya instansi yang bisa membantu UMKM untuk bisa bangkit di saat seperti ini? Sebenarnya UMKM Indonesia mampu untuk bertahan dengan situasi yang sulit, asal ada pendampingan secara berkala, baik modal ataupun pendampingan untuk keberlangsungan usaha, seperti halnya pelatihan digitalisasi usaha, branding, packaging, dan pemasaran produk secara umum. 

Ini adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM saat ini. Mengapa? Karena pola hidup yang banyak berubah seiring perkembangan zaman, serta pandemi ini yang membuat masyarakat merubah kebiasaan dari berbelanja secara langsung menjadi belanja online. Hal ini sebenarnya adalah salah satu peluang bagi pelaku usaha untuk dapat memasarkan produk secara luas. 

Mengenal Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah

Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) merupakan sebuah koordinator pembiayaan dibawah naungan kementerian keuangan.  Visi dari BLU-PIP sendiri adalah menjadi koordinator pendanaan pembiayaan ultra mikro yang profesional dan kredibel.

Misi BLU Pusat Investasi Pemerintah

 
BLU-PIP menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk dapat memajukan kesejahteraan pelaku usaha di Indonesia lewat pendanaan dan pendampingan. BLU-PIP sendiri rajin mengadakan webinar maupun pelatihan dengan sasaran pelaku UMKM untuk memberikan wawasan dalam pengembangan usaha.

Program Pembiayaan UMi untuk Bangkitkan UMKM

Program Pembiayaan UMi (Ultra Mikro) adalah adalah salah satu program yang dicanangkan oleh BLU-PIP. Program pembiayaan ini diluncurkan mulai tahun 2017 dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 22/PMK.05/2017 tentang Pembiayaan Ultra Mikro yang selanjutnya direvisi melalui PMK nomor 95/PMK.05/2018. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cepat, maka Program UMi ini pun dirubah dengan peraturan terbaru, yaitu PMK Nomor 193/ PMK.05/2020.

BLU-PIP gencar melakukan kampanye kebangkitan UMKM di seluruh Indonesia. Tak hanya sekedar kampanye saja, BLU-PIP juga mengadakan program inkubasi usaha bagi pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu BLU-PIP juga membentuk wadah pelaku usaha UMi di  daerah Ternate, Maluku Utara, serta penyediaan dukungan pemasaran yang terintegrasi bagi debitur UMi dalam cluster di satu wilayah.

Untuk menunjang digitalisasi UMKM di masa pandemi ini, BLU-PIP sendiri telah mempersiapkan sebuah program unggulan yang bertajuk UMi Siap Online, yaitu sebuah program pelatihan dan pendampingan pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara online. Program inilah yang menjadi ujung tombak pencapaian kerja tertinggi BLU-PIP saat ini. 

Karakteristik Pembiayaan UMi

Secara garis besar, ada 6 karakteristik pembiayaan UMi, antara lain:

1. Target Pembiayaan

Hadir untuk pelaku usaha UMi lapis terbawah dengan modal sampai dengan 10 juta. Syarat pengajuannya juga sederhana saja, hanya dengan e-KTP dan tidak sedang menerima bantuan program pemerintah lainnya seperti KUR.

2. Sumber Pendanaan dan Mekanisme Penyaluran

Sumber dana BLU-PIP berasal dari APBN yang kemudian disalurkan dalam bentuk bentuk pinjaman berbiaya murah kepada penyalur atau lembaga keuangan lainnya untuk diteruskan pada pelaku usaha UMi.

3. Bentuk Pembiayaan

Diberikan dalam bentuk modal kerja kepada perseorangan atau tim dengan menggunakan akad konvensional maupun syariah sesuai dengan kondisi penyalur dana. 

4. Pendampingan

Karena para pelaku usaha UMi banyak yang belum ngeh dengan pencatatan perbankan, maka pihak UMi mewajibkan adanya pendampingan pada pelaku usaha oleh penyalur. Nantinya pelaku usaha dan penyalur dana bersama-sama membuat laporan keuangan. 

5. Mitigasi Resiko

BLU-PIP mensyaratkan bahwa para pelaku usaha UMi yang akan dibiayai memiliki piutang lancar atas pembiayaan yang disalurkan penyalur kepada usaha mikro. Nantinya sistem peminjaman ini juga akan terintegrasi dengan basis data perbankan.

6. Sinergi Program

BLU-PIP mendorong kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menambah sumber pembiayaan UMi, kapasitas pelaku usaha UMi yang dapat diterima, dan keamanan data.

Capaian Kerja BLU-PIP Melalui Program UMi

Sebaran Program UMi

Inkubasi  di Jawa Barat

Hasil Inkubasi di Jawa Barat ini dimulai dari awal Agustus hingga September 2021 dengan melibatkan 35 debitur pelaku usaha UMi. 

Inkubasi Program UMi di Jawa Barat

Kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah peningkatan pengetahuan usaha, perbaikan kualitas produk, legalitas usaha dan produk, pemasaran digital dan manajemen keuangan. 

Selain itu capaian dari kerja BLU-PIP adalah berbagai kerjasama yang dilakukan dalam rangka perluasan jaringan bagi para pelaku UMKM.  

Kerjasama yang dilakukan oleh BLU-PIP dengan berbagai pihak

Cara Mengikuti Program UMi

Untuk dapat mengikuti  program UMi ini, maka pelaku UMKM diharapkan mengikuti serangkaian kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh BLU-PIP. Tujuannya, agar pelaku UMKM benar-benar mengetahui seluk beluk pembiayaan UMi dan pendampingan yang akan dilakukan oleh penyalur bantuan. 

Tata cara pendaftaran UMi

Ini adalah daftar koperasi penyalur dana program UMi yang ada di seluruh Indonesia. Pelaku usaha dapat memilih penyalur dana program UMi pada form yang pendaftaran webinar diatas.

Koperasi Penyalur Dana Program UMi
 
 
Bergabung dengan program pembiayaan UMi, akan memudahkan pelaku UMKM untuk dapat memajukan usahanya. Tak hanya memberikan modal bantuan dalam bentuk pinjaman, program UMi juga membuka seluas-luasnya kesempatan bagi pelaku UMKM untuk dapat berkembang dengan webinar-webinar dan pendampingan untuk membuat UMKM Go Digital dan semakin profesional dalam pengelolaan. Kesempatan ini tak datang dua kali, segera raih dan sukseskan usahamu. 

Ayo, Bangkit UMKM!
 
Pembiayaan UMi, Bangkitkan UMKM Indonesia!
 
#PIPUMi #UMiUntukNegeri

__________

Artikel ini diikutkan pada lomba PIP UMi Writing Competition 2022. Kerjasama Pusat Investasi Pemerintah dan Bisnis.com