Owner dan Seluruh Karyawan Aisyah Souvenir. Sumber : Dokumen pribadi Aisyah Souvenir
Merintis sebuah usaha memang tidak mudah, ada banyak kesabaran, serta pelajaran yang tentu dapat membuat pemilik usaha belajar untuk dapat mempertahankan eksistensi usahanya. Begitu pula dengan Aisyah Souvenir, sebuah bisnis online yang menual berbagai souvenir kekinian untuk keperluan acara pengajian atau acara muslim lainnya dengan akun instagram @aisyahsouvenir.
Berawal pada tahun 2015, Fiki Aisyah bersama suami, Eko Setyawan, mendirikan Aisyah Souvenir. Usaha ini awalnya menerima jasa untuk pembuatan buku pengajian, Surat Yasin, buku-buku doa yang peruntukkannya adalah acara-acara yang digelar oleh umat muslim dan memerlukan souvenir. "Ide awalnya karena memerlukan buku yasin untuk tahlilan 40 hari bapak mertua. Awalnya mau pesan ke percetakan, namun yakin pasti bisa membuat sendiri. Alhamdulillah memulai posting di Instagram, hari kedua sudah ada yang pesan," ujar Ibu dua anak tersebut.
Modal 2 Juta, Kirimkan Produk hingga Seluruh Indonesia
Dalam membangun usaha tentu saja membutuhkan modal, begitu juga dengan pasangan pengusaha ini. Fiki dan Eko merogoh kocek dua juta rupiah saja untuk membangun bisnis Aisyah Souvenir ini. Tak disangka, dari dua juta rupiah tersebut, kini omzet yang diraih keduanya hingga 400 juta rupiah dalam sebulan.
Aisyah Souvenir pun kini telah banyak menerima pelanggan dari hampir seluruh daerah di Indonesia, tak tanggung-tanggung bisnis yang berlokasi di Kota Surabaya ini hampir setiap hari melakukan pengiriman ke Jabodetabek dan Jawa Barat. Untuk daerah lain di Indonesia, Aisyah Souvenir juga pernah melakukan pengiriman pesanan pelanggan untuk daerah Medan, Palembang, Bandar Lampung, Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya, Balikpapan, Tarakan, serta Pulau Bunyu yang merupakan pulau terluar di Indonesia. Wilayah Indonesia bagian timur, Aisyah Souvenir juga melebarkan sayap pengiriman produknya di wilayah Sulawesi yaitu Makassar, Palu, dan Gorontalo, serta beberapa daerah di Papua seperti Fak-fak, Jayapura, Ambon, dan Pulau Morotai.
Pernah Pecat Hampir Seluruh Karyawan
Perjalanan usaha Aisyah Souvenir tentu tidak mulus begitu saja. Fiki menceritakan kisahnya dalam membangun Aisyah Souvenir ini. Menemukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mau diajak bertumbuh dan berjuang adalah salah satu kesulitan baginya. "Seiring bertumbuhnya usaha kita butuh SDM yang bisa diajak berjuang, ternyata tidak semua anggota tim mampu untuk itu (red diajak berjuang dan bekerjasama). Dan dari anggota tersebut malah membuat provokasi kepada anggota tim lainnya, hingga pada puncaknya saya harus PHK 12 orang dari 14 orang karyawan yang ada saat sedang ramai-ramainya pesanan souvenir," ujar Fiki.
Sebenarnya kesejahteraan karyawan juga telah di perhatikan oleh Fiki dan Eko. Buktinya mereka rutin mengadakan gathering karyawan yang dibekali dengan banyak materi komunikasi, financial planning, hingga outbound. Bagi mereka, karyawan adalah aset terbesar dalam menjalankan sebuah bisnis.
Tak hanya sampai disitu saja, sebagai owner, baik Fiki maupun Eko selalu rutin mengadakan meeting mingguan hingga bulanan untuk mengevaluasi kinerja karyawan, dan tentu saja memberikan kritik dan saran tentang hambatan apa saja yang dialami oleh karyawan terkait dengan deskripsi pekerjaan masing-masing. Selain itu, mereka berdua juga melibatkan karyawan sebagai panitia untuk event yang diadakan secara internal oleh Aisyah Souvenir.
Pelanggan Favorit, Tak Pernah Menawar, Rajin Kirimi Hadiah
Memiliki pelanggan yang baik, ramah, dan tidak cerewet tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap pengusaha, tak terkecuali bagi Fiki dan Eko selaku owner dari Aisyah Souvenir. Bagi mereka setiap pelanggan membawa kebahagiaan masing-masing, namun jika ditanya apakah ada pelanggan yang membekas di hati? Dengan kompak mereka menyebut satu nama, Bu Laila, pelanggan asal Jakarta yang membawa kebahagiaan tersendiri bagi pasangan pengusaha ini. Fiki menceritakan bahwa Bu Laila adalah pelanggan yang sering memesan souvenir dengan cara mendadak dan hasil harus dapat jadi secepatnya. Dia dan tim Aisyah Souvenir kerap kali dibuat kelimpungan oleh pesanannya. Namun dibalik itu, dia tak pernah merasa jemu karena Bu Laila tak pernah menawar harga, bahkan pelanggannya itu memesan produk yang paling mahal. "Bu Laila juga sering mengirimi tim Aisyah Souvenir hadiah," katanya dengan semangat.
Fiki dan Eko pun tak lupa memberikan motivasi bagi anak muda yang ingin memulai bisnis sendiri. "Jangan menunggu sempurna untuk memulai, segera eksekusi dan evaluasi terus. Never stop learning, karena setiap ilmu yang kita pelajari akan ada manfaatnya," pungkasnya.
0 Comments: