Beberapa waktu yang lalu, saya ingin sekali membeli panganan dari warung langganan saya. Sudah lama sih saya tidak datang kesana, kesibukan akan mengurus 3 buah hati saya membuat keinginan untuk berwisata kuliner jadi lenyap. Tapi hari itu saya sangat ingin makan dari warung tersebut, akhirnya saya dan suami sepakat untuk berangkat. Sesampainya disana, ternyata warung tersebut tutup. Sedih saya. Setelah bertanya pada masyarakat sekitar, saya baru tahu ternyata warung itu tutup semenjak pandemi.
Ya, kita tahu semua, pandemi Covid-19 telah merusak tatanan kehidupan di seluruh dunia, terutama dari sisi ekonomi. Hampir seluruh sektor usaha mengalami penurunan, bisa bertahan untuk buka saja sudah untung. Tidak sedikit juga usaha yang tutup sementara waktu, atau lebih parahnya adalah gulung tikar.
Termasuk salah satunya adalah usaha yang dimiliki oleh orang tua saya. Beberapa tahun sebelum wabah pandemi merebak, ibu saya membuka usaha pempek Palembang. Usahanya ini dibuka hanya untuk melayani pembelian hanya melalui aplikasi pengantaran ojek online. Tak ada lokasi khusus, orang tua saya memanfaatkan rumah pribadi untuk memulai usahanya. Meski masih kecil-kecilan, saya bangga karena cukup untuk menjadi tambahan penghasilan dan juga kegiatan bagi keduanya.
| Usaha pempek milik orang tua |
Namun, pandemi Covid-19 merubah segalanya. Pembeli yang kian sepi karena ibu hanya mengandalkan penjualan di tenant pengantaran ojek online saja, membuat perputaran uang dari penjualan pempek tersendat.Belum lagi, pengeluaran juga tak pernah berhenti, modal sudah tak cukup untuk dibelanjakan kembali. Mau tidak mau, usaha pempek ibu pun tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Saya pribadi merasa sedih. Bagaimana tidak, membangun usaha itu tidak mudah. Sayangnya, saat itu perekonomian saya juga sedikit bermasalah sehingga tidak bisa membantu memberikan suntikan modal.
Salah satu kesulitan beliau adalah belum bisa untuk mempromosikan dagangan melalui jalan lain, seperti halnya membuat akun di media sosial, mempromosikannya, atau marketing online lainnya. Dengan melakukan banyak jalan memasarkan produk, tentunya kesempatan untuk lebih dikenal akan semakin lebar.
| Jutaan UMKM Bangkrut dikala Pandemi Covid-19 |
Ternyata hal ini tak dialami oleh ibu sendirian. Di masa pandemi ini jutaan pelaku usaha mengalami hal sama. Mereka terpuruk karena pandemi Covid-19, terlebih lagi tak ada kekuatan untuk memasarkan produk masih rendah. Wajar saja, ini karena para pelaku usaha cenderung tak begitu paham dengan alur pemasaran masa kini yang banyak menggunakan sistem digital.
Pentingnya UMKM Go Digital
Kenapa sih UMKM harus mulai akrab dengan istilah go digital? Atau sederhananya mulai harus berpindah dari toko biasa menuju toko online? Tentu salah satu jawabannya karena perkembangan teknologi yang semakin pesat, menuntut semua kalangan untuk dapat terhubung dengan internet, termasuk di dunia usaha. Tujuannya tak lain adalah untuk mempermudah terhubungnya antara pembeli dan penjual maupun pelaku usaha lainnya.
UMKM yang sudah Go Digital akan lebih mudah untuk menjangkau pasar, sehingga kegiatan jual beli menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu, masih ada lagi beberapa manfaat UMKM Go Digital, seperti yang dijelaskan pada gambar dibawah ini.
| Alasan Pentingnya UMKM Go Digital |
Sayangnya, di Indonesia sendiri masih sedikit pelaku usaha yang melek digital. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, baru sekitar 13% pelaku usaha yang sudah terhubung dengan marketplace online, sehingga transformasi digitalisasi UMKM menjadi agenda penting bagi pemerintah untuk dapat membangkitkan kembali perekonomian Indonesia.
Permodalan Bantu UMKM
Sudah bukan rahasia umum lagi, permodalan selalu menjadi masalah utama bagi pelaku usaha, apalagi di saat pandemi Covid-19 ini. Sejenak saya berpikir, apa ada ya instansi yang bisa membantu UMKM untuk bisa bangkit di saat seperti ini? Sebenarnya UMKM Indonesia mampu untuk bertahan dengan situasi yang sulit, asal ada pendampingan secara berkala, baik modal ataupun pendampingan untuk keberlangsungan usaha, seperti halnya pelatihan digitalisasi usaha, branding, packaging, dan pemasaran produk secara umum.
Ini adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM saat ini. Mengapa? Karena pola hidup yang banyak berubah seiring perkembangan zaman, serta pandemi ini yang membuat masyarakat merubah kebiasaan dari berbelanja secara langsung menjadi belanja online. Hal ini sebenarnya adalah salah satu peluang bagi pelaku usaha untuk dapat memasarkan produk secara luas.
Mengenal Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah
Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) merupakan sebuah koordinator pembiayaan dibawah naungan kementerian keuangan. Visi dari BLU-PIP sendiri adalah menjadi koordinator pendanaan pembiayaan ultra mikro yang profesional dan kredibel.
| Misi BLU Pusat Investasi Pemerintah |
Program Pembiayaan UMi untuk Bangkitkan UMKM
Program Pembiayaan UMi (Ultra Mikro) adalah adalah salah satu program yang dicanangkan oleh BLU-PIP. Program pembiayaan ini diluncurkan mulai tahun 2017 dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 22/PMK.05/2017 tentang Pembiayaan Ultra Mikro yang selanjutnya direvisi melalui PMK nomor 95/PMK.05/2018. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin cepat, maka Program UMi ini pun dirubah dengan peraturan terbaru, yaitu PMK Nomor 193/ PMK.05/2020.
BLU-PIP gencar melakukan kampanye kebangkitan UMKM di seluruh Indonesia. Tak hanya sekedar kampanye saja, BLU-PIP juga mengadakan program inkubasi usaha bagi pelaku UMKM di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu BLU-PIP juga membentuk wadah pelaku usaha UMi di daerah Ternate, Maluku Utara, serta penyediaan dukungan pemasaran yang terintegrasi bagi debitur UMi dalam cluster di satu wilayah.
Untuk menunjang digitalisasi UMKM di masa pandemi ini, BLU-PIP sendiri telah mempersiapkan sebuah program unggulan yang bertajuk UMi Siap Online, yaitu sebuah program pelatihan dan pendampingan pelaku usaha untuk memasarkan produknya secara online. Program inilah yang menjadi ujung tombak pencapaian kerja tertinggi BLU-PIP saat ini.
Karakteristik Pembiayaan UMi
Secara garis besar, ada 6 karakteristik pembiayaan UMi, antara lain:
1. Target Pembiayaan
Hadir untuk pelaku usaha UMi lapis terbawah dengan modal sampai dengan 10 juta. Syarat pengajuannya juga sederhana saja, hanya dengan e-KTP dan tidak sedang menerima bantuan program pemerintah lainnya seperti KUR.
2. Sumber Pendanaan dan Mekanisme Penyaluran
Sumber dana BLU-PIP berasal dari APBN yang kemudian disalurkan dalam bentuk bentuk pinjaman berbiaya murah kepada penyalur atau lembaga keuangan lainnya untuk diteruskan pada pelaku usaha UMi.
3. Bentuk Pembiayaan
Diberikan dalam bentuk modal kerja kepada perseorangan atau tim dengan menggunakan akad konvensional maupun syariah sesuai dengan kondisi penyalur dana.
4. Pendampingan
Karena para pelaku usaha UMi banyak yang belum ngeh dengan pencatatan perbankan, maka pihak UMi mewajibkan adanya pendampingan pada pelaku usaha oleh penyalur. Nantinya pelaku usaha dan penyalur dana bersama-sama membuat laporan keuangan.
5. Mitigasi Resiko
BLU-PIP mensyaratkan bahwa para pelaku usaha UMi yang akan dibiayai memiliki piutang lancar atas pembiayaan yang disalurkan penyalur kepada usaha mikro. Nantinya sistem peminjaman ini juga akan terintegrasi dengan basis data perbankan.
6. Sinergi Program
BLU-PIP mendorong kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka menambah sumber pembiayaan UMi, kapasitas pelaku usaha UMi yang dapat diterima, dan keamanan data.
Capaian Kerja BLU-PIP Melalui Program UMi

Sebaran Program UMi
Inkubasi di Jawa Barat
Hasil Inkubasi di Jawa Barat ini dimulai dari awal Agustus hingga September 2021 dengan melibatkan 35 debitur pelaku usaha UMi.
| Inkubasi Program UMi di Jawa Barat |
Kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah peningkatan pengetahuan usaha, perbaikan kualitas produk, legalitas usaha dan produk, pemasaran digital dan manajemen keuangan.
Selain itu capaian dari kerja BLU-PIP adalah berbagai kerjasama yang dilakukan dalam rangka perluasan jaringan bagi para pelaku UMKM.
| Kerjasama yang dilakukan oleh BLU-PIP dengan berbagai pihak |
Cara Mengikuti Program UMi
Untuk dapat mengikuti program UMi ini, maka pelaku UMKM diharapkan mengikuti serangkaian kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh BLU-PIP. Tujuannya, agar pelaku UMKM benar-benar mengetahui seluk beluk pembiayaan UMi dan pendampingan yang akan dilakukan oleh penyalur bantuan.
| Tata cara pendaftaran UMi |
Ini adalah daftar koperasi penyalur dana program UMi yang ada di seluruh Indonesia. Pelaku usaha dapat memilih penyalur dana program UMi pada form yang pendaftaran webinar diatas.
| Koperasi Penyalur Dana Program UMi |
__________
Artikel ini diikutkan pada lomba PIP UMi Writing Competition 2022. Kerjasama Pusat Investasi Pemerintah dan Bisnis.com
Hai kak,aku Dennise.Masa pandemi seperti sekarang ini yang berasa memang pelaku UMKM apalagi kalau modalnya pas-pas an,cukup riskan ya jika barangnya tidak laku sementara modal sudah habis.Bagus nih ada UMi yang memberikan modal pada pelaku UMKM,semangat!
BalasHapusSenang sekali rasanya ada program UMi ini ya mbak, pelaku UMKM pasti sangat terbantu. Apalagi ditengah situasi yang memang seang sulit seperti ini.
BalasHapusterima kasih infonya mba, kebetulan ibu saya juga umkm kecil yang terdampak pandemi, bismillah mau coba daftarkan UMi
BalasHapuswah lagi ada program Umi ya ... bisa buat pelaku UMKM nih ... untuk dapat pinjaman permodalan supaya makin besar usahanya, terima kasih informasinya
BalasHapusSemoga dengan adanya Umi ini bisa membantu para pelaku UMKM agar usahanya bisa bertahan di tengah pandemi
BalasHapusprogram UMI ini membantu pelaku UMKM banget nih mbak. persyaratannya juga mudah banget.
BalasHapussangat mendukung program pemerintah dengan pembiayaan UMI ini, semoga dapat membantu para pengusaha UMKM untuk terus bertahan selama masa pandemi ini
BalasHapusBaru tahu juga soal Umi ini mba. Dan pastinya ada banyak UMKM yang terbantu dengan ini. Terima kasih informasinya
BalasHapusUMKM pastinya sangat terbantu dengan adanya pembiayaan UMI agar bisa ulih dan bangkit, ini karena di masa pandemi sperti skrang UMKM banyak yang ksulitan untuk survive .
BalasHapusAlhamdulillah adanya program UMI ini dapat membantu UMKM dalam hal pembiayaan di tengah situasi pandemi sekarang ini.
BalasHapusRiadiani
BalasHapusUMKM ini pastinya sangat terbantu dengan adanya pembiayaan UMI agar bisa ulih dan bangkit pastinya
Alhamdulillah ya mba, dengan adanya program dari UMi banyak UMKM yang terbantu sehingga usahanya bisa bertahan bahkan berkembang lebih baik
BalasHapusPenting banget ya mba UMKM go digital ditambah pandemi yg terjadi, jadi semakin memudahkan transaksi antar pembeli dan UMKM itu sendiri. Alhamdulillah sekarang ada program UMi juga ya, mantap deh itu 😍
BalasHapusmemang di masa sekarang semua orang kayaknya harus melek digital ya karena bisa sangat membantu dalam mempromosikan diri maupun produk yang kita jual. alhamdulillah sekarang juga ada umi yang membantu dari segi pembiayaan
BalasHapusSemoga dengan adanya bantuan dari pembiayaan UMi ini bisa membangkitkan perekonomian para pelaku UMKM yah, dan sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia juga
BalasHapusUMi membantu para pelaku usaha banget ya, apalagi pelaku usaha yang masih belum memenuhi kriteria syarat pembiayaan ke bank, ditambah lagi ada pendampingan jadinya kemungkinan para pelaku usaha juga akan terus berkembang
BalasHapusAlhamdulillah di masa pandemi seperti saat ini masih ada angin segar untuk pelaku UMKM melalui UMI ya mbaa, semoga UMI dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku UMKM dan kondisi ekonomi segera pulih kembali Aamiin
BalasHapusYa banyak para pelaku UMKM yang mengalami kesulitas sejak pandemi syukurnya sekarang sudah banyak yang melek digital dan beralih dengan memasarkan produknya secara online. Tentunya kehadiran UMi ini juga sangat membantu para pelaku UMKM
BalasHapus